Thursday, 19 May 2011
7 KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN GURU
ILMU PENDIDIKAN
TENTANG
KESALAHAN – KESALAHAN
YANG SERING DILAKUKAN GURU
Kelompok I Makalah Ilmu Pendidikan
Semester IV MADIN
Dosen Pembimbing
Drs. Sowarno, M.Ag.
Oleh:
Ana Faridhatul Rahmawati
Ana Arifangi
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH MUHAMMADIYAH
TEMPURREJO – NGAWI
TAHUN 2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan limpahan taufik dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tulisan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca dalam memahami proses pendidikan guna membina dan mengembangkan pribadi peserta didik sehingga dapat menghasilkan generasi bangsa yang mampu membawa kepada kemajuan yang diharapkan bangsa.
Pendidikan sebagai proses yang mengarahkan peserta didik kepada kehidupan yang baik dan mengangkat derajat kemanusiaan sesuai dengan fitrah yang dibawanya, sehingga dapat menjalani kehidupan yang keras di era globalisasi ini. Maka dari itu penulis menyusun makalah Ilmu Pendidikan yang membahas tentang “kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan guru” dengan dosen pembimbing Drs. Suwarno, M.Ag.
Meskipun masih terdapat banyak kekurangan, penulis berharap karya ini dapat memberi kontribusi dan semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan bagi pembaca.
Demikian, semoga Allah SWT tetap mencurahkan taufik dan rahmad-Nya kepada kita semua. Amin.
Tempurrejo, April 2011
Ttd.
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………… I
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………… II
DAFTAR ISI ……………………………………………………………… III
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ……………………………………………………………… 1
B. Rumusan Masalah ……………………………………………………………… 1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kesalahan-kesalahan
yang sering dilakukan guru ……………………………………………….. 2
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan ……………………………………………………………… 5
B. Saran ……………………………………………………………… 5
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………… 6
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara alamiyah manusia tumbuh dan berkembang sejak dalam kandungan samapi meninggal, yang berlangsung tahap demi tahap, manusia mampu mencapai kemampuan kematangan hidup melalui suatu proses. Pendidikan adalah slah satu proses untuk membina dan mengembangkan pribadi manusia dari aspek-aspek rohani dan jasmani yang juga berlangsung secara bertahap pula. Pendidikan juga mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik dimasa mendatang.
Salah satu masalah yang dialami dunia pendidikan saat ini adalah kurangnya generasi muda yang memiliki potensi yang diharapkan bisa memajukan bangsa. Hal ini menandakan bahwa kurang optimalnya proses pembelajaran yang dilakukan oleh dunia pendidikan, kurang optimalnya proses pembelajaran bisa disebabkan dari berbagai faktor yaitu dari peserta didik, sarana dan prasarana, kurikulum, metode atau bahkan dari pendidik itu sendiri.
Pendidik dalam perspektif pendidikan adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi peserta didik, maka dari itu pendidik adalah salah satu faktor penting dalam suatu proses pembelajaran.
Dalam makalah ini kami akan sedikit menguraikan tentang kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan guru dalam proses pembelajaran sehingga menjadikan kurang optimalnya peserta didik yang dihasilkan dari proses pembelajaran. Penulis berharap melalui tulisan ini para guru terinspirasi untuk tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang akan dijelaskan di bawah ini sekaligus mampu melakukan koreksi diri secara reflektif sehingga pada gilirannya sanggup memberikan yang terbaik buat peserta didik yang diampunya.
B. Rumusan Masalah
Dari sedikit uraian di atas timbul pertanyaan dari penulis yakni:
“Kesalahan-kesalahan apa yang sering dilakukan guru dalam proses pembelajaran?”
Dari pertanyaan ini penulis akan sedikit menguraikan apa saja kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan guru dalam proses pembelajaran sehingga kita dapat mengambil menfaat yakni dengan memperbaiki diri guna mendidik peserta didik dengan sebaik-baiknya sehingga proses pembelajaran dapat menghasilkan generasi muda yang berkompeten dimasa mendatang.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan guru
Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus, Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu, belum dapat disebut sebagai guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru yang profesional harus menguasai betul seluk beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainya perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu, pemerintah sering melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas guru, antara lain melalui pelatihan, seminar, dan lain sebagainya. bahkan melalui pendidikan formal, dengan mensekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Kendatipun dalam pelaksanaannya masih jauh dari harapan, dan banyak penyimpangan, namun upaya tersebut paling tidak telah menghasilkan suatu kondisi yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki ijazah perguruan tinggi. Latar belakang pendidikan guru ini mestinya berkorelasi positif dengan kualitas pendidikan, bersamaan dengan faktor lain yang mempengaruhinya. Namun tidak demikian dalam kenyataannya.
Dalam praktek pendidikan sehari-hari, masih banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam menunaikan tugas dan fungsinya. Kesalahan-kesalahan tersebut sering kali tidak disadari oleh para guru, bahkan masih banyak di antaranya yang menganggap hal biasa dan wajar. Padahal, sekecil apapun kesalahan yang dilakukan guru, khususnya dalam pembelajaran, akan berdampak negatif terhadap perkembangan peserta didik. Sebagai manusia biasa, tentu saja guru tidak akan terlepas dari kesalahan baik dalam berperilaku maupun dalam melaksanakan tugas pokoknya mengajar. Namun demikian, bukan berarti kesalahan guru harus dibiarkan dan tidak dicarikan cara pemecahannya.
Guru harus mampu memahami kondisi-kondisi yang memungkinkan dirinya berbuat salah, dan yang paling penting adalah mengendalikan diri serta menghindari dari kesalahan-kesalahan. Sehubungan dengan itu, disini secara khusus membahas kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan guru dalam pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan para guru tidak saja menyadari berbagai kondisi yang memungkinkan mereka berbuat salah, tetapi mampu menghindarkan diri dari hal-hal yang mendorongnya untuk melakukan kesalahan.
1. Mengambil Jalan Pintas Dalam Pembelajaran
Tugas guru paling utama adalah mengajar, dalam pengertian menata lingkungan agar terjadi kegiatan belajar pada peserta didik. Berbagai kasus menunjukan bahwa diatara para guru banyak yang merasa dirinya sudah dapat mengajar dengan baik, meskipun tidak dapat menunjukan alasan yang mendasari asumsi itu keliru asumsi tersebut seringkali menyesatkan dan menurunkan kreatifitas, sehinga banyak guru yang suka mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi. Guru itu seorang profesional, tapi masih banyak guru enggan membuat persiapan secara benar. Akibatnya, pembelajaran di kelas berlangsung seadanya dan tanpa arah. Salah satu ciri keprofesionalan seorang guru adalah menyusun perencanaan pembelajaran secara benar. Dengan persiapan yang terencana baik, maka hasil pembelajaran siswa dapat menggembirakan semua komponen pembelajaran.“Ingin berhasil dalam mengajar, buat persiapan secara matang!” Persiapan mengajar itu ibarat skenario dalam film. Tidak akan ada film yang baik dan enak ditonton tanpa skenario yang baik. Begitu pula, tidak akan ada pembelajaran yang berhasil tanpa persiapan yang benar.
Agar tidak tergiur untuk mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, guru hendaknya memandang pembelajaran sebagai suatu system, yang jika salah satu komponennya terganggu, maka akan menggangu seluruh system tersebut. Sebagai contoh, guru harus selalu membuat dan melihat persiapan setiap mau melakukan kegiatan pembelajaran, serta merevisi sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan perkembangan zamannya. Harus selalu diingat mengajar tampa persiapan merupakan jalan pintas, dan tindakan yang berbahaya, yang dapat merugikan perkembangan peserta didik.
2. Menunggu Peserta Didik Berperilaku Negative
Dalam pembelajaran di kelas, guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik yang semuanya ingin diperhatikan. Peserta didik akan berkembang secara optimal melalui perhatian guru yang positif, sebaliknya perhatian yang negative akan menghambat perkembangan peserta didik. Mereka senang jika mendapat pujian dari guru dan merasa kecewa jika kurang diperhatikan. Namun sayang kebanyakan guru terperangkap dengan pemahaman yang keliru tentang mengajar, mereka menganggap mengajar adalah menyampaikan materi kepada peserta didik, mereka juga menganggap mengajar adalah memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Tidak sedikit guru yang sering mengabaikan perkembangan kepribadian peserta didik, serta lupa memberikan pujian kepada mereka yang berbuat baik, dan tidak membuat masalah. Guru perlu belajar untuk menangkap perilaku positif yang ditunjukan oleh para peserta didik, lalu segera memberi hadiah atas prilaku tersebut dengan pujian dan perhatian, disisi lain, guru harus memperhatikan perilaku-perilaku peserta didik yang negative, dan mengeliminasi perilaku-perilaku tersebut agar agar tidak terulang kembali. Guru bisa mencontohkan berbagai perilaku peserta negative, misalnya melalui ceritera dan ilustrasi, dan memberikan pujian kepada mereka karena tidak melakukan perilaku negative tersebut.
3. Menggunakan Destructive Discipline
Seringkali guru memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan peserta didik diluar kelas (PR), namun jarang sekali guru yang mengoreksi pekerjaan peserta didikdan mengembalikannya dengan berbagai komentar, kritik dan saran untuk kemajuan peserta didik. Yang sering dialami peserta didik adalah gru sering memberikan tugas , tetapi tidak pernah member umpan balik terhadap tugas-tugas yang dikerjakan. Tindakan tersebut merupakan upaya pembelajaran dan penegakan disiplin yang destruktrif, yang sangat merugokan perkembangan peserta didik.
4. Mengabaikan Perbedaan Peserta Didik
Setiap peserta didik memiliki perbedaan yang unik, mereka memiliki kekuatan, kelemahan, minat, dan perhatian yang berbeda-beda. Latar belakang keluarga, latar belakang social ekonomi, dan lingkungan, membuat peserta didik berbeda dalam aktifitas, kreatifitas, intlegensi, dan kompetensinya.
Guru seharusnya dapat mengidentifikasi perbedaan individual peserta didik, dan menetapkan karakteristik umum yang menjadi cirri kelasnya, dari ciri-ciri individual yang menjadi karakteristik umumlah seharusnya guru memulai pembelajaran. Dalam hal ini, guru juga harus memahami ciri-ciri peserta didik yang harus dikembangkan dan yang harus diarahkan kembali.
5. Merasa Paling Pandai
Kesalahan ini berangkat dari kondisi bahwa pada umumnya para peserta didik disekolahnya relative lebih muda dari gurunya, sehingga guru merasa bahwa peserta didik tersebut lebih bodoh dibanding dirinya, peserta didik dipandang sebagai gelas yang perlu di isi air ke dalamnya. Perasaan ini sangat menyesatkan , karena dalam kondisi seperti sekarang ini peserta didik dapat belajar melalui internet dan berbagai media massa, yang mungkin guru belum menikmatinya. Dalam hal ini guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang senantiasa menyesuaikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan perkembangan yang terjadi dimasyarakat. Jika tidak, maka akan ketinggalan kereta, bahkan disebut guru ortodok.
6. Diskriminatif
Pembelajaran yang baik dan efektif adalah yang mampu memberi kemudahan belajar secara adil dan merata, sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Keadilan dalam pembelajaran meupakan kewajiban guru dan hak peserta didik untuk memperolehnya. Dalam prakteknya banyak guru yang tidak adil, sehingga merugikan perkembangna peserta didik, dan ini merupakan kesalahan guru yang sering dilakukan, terutama dalam penilaian. Penilaian merupakan upaya untuk memberikan penghargaan kepada peserta didik sesuai dengan usaha yang dilakukannya selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, dalam memeberikan penilaian harus dilakukan secara adil, dan benar-benar merupakan cermin dari perilaku peserta didik.
7. Memaksa hak peserta didik
Memaksa hak peserta didik merupakan kesalahan yang sering dilakukan guru, sebagai akibat dari kebiasaan guru berbisnis dalam pembelajaran, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan. Guru boleh saja memiliki pekerjaan sampingan, memperoleh penghasilan tambahan, itu sudah menjadi haknya, tetapi tindakan memaksa bahkan mewajibkan peserta didik untuk membeli buku tertentu sangat fatal serta kurang bisa digugu dan ditiru. Sebatas menawarkan boleh saja, tetapi kalau memaksa kasihan bagi orang tua yang tidak mampu.
Tentunya kesalahan-kesalahan di atas patut kita hindari meskipun tentunya sebagai manusia sulit rasanya untuk menghindar seratus persen dari kesalahan sebagaimana disebutkan di atas. Sebagai seorang guru kita juga jangan berlindung kepada sifat-sifat kemanusiaan kita untuk tidak mau merubah perilaku-perilaku yang cenderung merugikan siswa. Tentu saja masih banyak kesalahan guru yang lain, yang bisa berakibat pada kegagalan siswa dalam belajar. Kata kuncinya: Apabila terdapat kegagalan siswa dalam pembelajaran, maka di situlah guru perlu melakukan introspeksi: sudah benarkah yang dia lakukan? Kemudian dilanjutkan: apa yang bisa dia lakukan untuk memperbaiki keadaan? Jadi, guru harus selalu belajar.Ya, belajar dari buku, belajar dari teman, belajar dari murid, dan belajar dari dirinya sendiri.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari sedikit uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran antara lain :
1. Mengambil jalan pintas dalam pembelajaran
2. Menunggu peserta didik berperilaku negative
3. Menggunakan destructive discipline
4. Mengabaikan perbedaan peserta didik
5. Merasa paling pandai
6. Diskriminatif
7. Memaksa hak peserta didik
B. Saran
Tulisan ini adalah tak lebih sebagai refleksi diri, bercermin untuk membenahi diri sehingga menjadikan semua pengalaman tersebut sebagai teladan dan next step untuk lebih profesional.
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca semua terutama dosen pembimbing agar makalah ini dapat menjadi media pembelajaran dan bagi kesempurnaan makalah ini dilain kesempatan, terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Disadur dari buku Menjadi Guru Profesional, karangan Dr.E. Mulyasa, M.Pd.
oleh: Drs. Muhajir, M.Pd. (Guru SMPN 2 Talaga Kabupaten Majalengka) untuk Majalah Pendidikan “Andika” Anak dan Pendidikan Kita edisi perdana bulan Nopember 2009.
TUJUH KESALAHAN Yang Sering Dilakukan Guru
http://www.ilmupendidikan/kesalahan_kesalahan_yang_sering_dilakukan_guru